Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2010

Sendawa, Buang Angin, Tanda Kurang Enzim?




Label: sendawabuang anginenzim


BILA Anda termasuk orang yang punya masalah dengan perut dan pencernaan, misalnya sering merasa kembung, sendawa, atau pun buang angin, sebaiknya waspada. Bisa jadi Anda termasuk salah satu orang yang kekurangan enzim pencernaan.
Perut yang terasa penuh akibat timbulnya gas berlebihan di dalam sistem pencernaan, baik di dalam lambung, usus halus dan usus besar kerapkali dianggap masyarakat umum sebagai problem atau gejala sakit maag.
¨Rasa penuh di perut atau sebah, kembung dan nyeri lambung memang sering disalahartikan masyarakat sebagai sakit maag. Padahal gejala itu belum tentu maag, melainkan bisa juga gangguan lain misalnya kekurangan enzim,¨ ungkap Dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, dalam seminar media tentang enzim di Jakarta Selasa (7/4) kemarin.
Dr Ari menjelaskan, nyeri perut memang tak selalu identik dengan sakit maag, tetapi bisa jadi berbagai macam penyakit mulai dari yang ringan sampai berat. Penentuan atau diagnosanya juga sangat tergantung dari lokasi atau bagian saluran cerna mana yang bermasalah atau terasa sakit, apakah itu bagian atas (dari mulut sampai usus 12 jari) atau pun bawah (dari usus 12 jari sampai dubur) .
¨Gejala klinis gangguan saluran cerna bisa sangat beragam apakah itu di saluran cerna atas atau bawah. Jadi untuk memastikannya, jangan mengambil kesimpulan dan mengobatinya sendiri, tetapi sebaiknya memang harus melalui pemeriksaan dokter,¨ tegasnya.
Namun begitu, ada pula beberapa gejala yang mudah dikenali bila Anda memang mengalami gangguan seperti misalnya kekurangan enzim atau sindrom malabsorbsi atau maldigesti.
¨Gejalanya seperti kembung pada perut, nafsu makan menurun, diare, perut tidak nyaman atau suara usus meningkat karena adanya gas yang berlebihan,¨ terang Dr Ari.
Sindrom ini lanjutnya terjadi karena adanya penyerapan makanan yang terganggu akibat kurangnya enzim pencernaan. Tanpa enzim yang cukup dalam pencernaan, makanan tidak bisa diserap oleh usus sehingga proses metabolisme terganggu.
Bahkan menurut sebuah data penelitian di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada 2002, gangguan enzim (maldigestasi) ini merupakan penyebab utama diare kronik non infeksi yakni prosentasenya mencapai 62,6 persen.
¨Penyebab gangguan enzim ini bisa beragam mulai dari faktor genetika seperti misalnya banyak orang Indonesia yang kekurangan enzim laktese, gangguan pankreas hingga faktor usia yang menyebabkan produksi enzim tubuh semakin menurun,¨ jelas Dr Ari.
Gangguan enzim, lanjutnya bisa terjadi pada seseorang biasanya ketika makan berlebihan atau terlalu banyak, terutama lemak. Atau bisa pula disebabkan pola makan yang buruk seperti terburu-buru atau meningkatnya asam lambung sehingga menghalangi fungsi enzim.
¨Untuk mengetahui adanya ganggun enzim, dokter biasanya melakukan pemeriksaan mulai dari wawancara, periksa fisik hingga tes darah dan feses di laboratorium. Biasanya dokter akan memberi obat-obatan, vitamin dan mineral atau pun enzim pencernaan,¨ terangnya.
Untuk mengatasinya juga bisa dilakukan dengan cara suplementasi enzim atau menerapkan diet atau pola makan yang tepat seperti mengurangi konsumsi makanan berlemak seperti daging, coklat atau keju.
[kompas.com]

Kamis, 10 Desember 2009

TIPS HIDUP LEBIH SEHAT

, Hidup Lebih Sehat - Dr. Don Colbert (Tips Menarik)
Jadwal yang disarankan untuk meminum dua liter air setiap hari :
30 menit sebelum makan pagi : 1 gelas
2,5 jam setelah makan pagi : 1 gelas
30 menit sebelum makan siang : 1 gelas
2,5 jam setelah makan siang : 1 gelas
30 menit sebelum makan malam : 2 gelas
2,5 jam setelah makan malam : 1 gelas
30 menit sebelum tidur : 1 gelas

Minum air sebelum makan memiliki dua kepentingan :
1. Akan mengurangi nafsu makan karena perut anda terasa penuh.
2. Memberikan manfaat positif bagi pencernaan anda.

Menghindari sikap negatif untuk hidup yang lebih sehat :
Perasaan-perasaan mematikan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita.

Dampak-dampak dari perasaan-perasaan mematikan yang tidak pernah terpikir oleh kita sebelumnya adalah :
KEMARAHAN, dapat menyebabkan :
-Rheumatoid arthritis
-Serangan jantung
-Penyakit jantung
-Gagal jantung
-Kanker
-Tekanan darah tinggi
-Stroke
-Tukak lambung

Dr. Robert Eliot, seorang ahli kardiologi ternama, menemukan bahwa ketika "para pereaksi panas" itu memendam perasaan-perasaan mereka, itu pada akhirnya berubah menjadi permusuhan dan kemarahan. Ketika itu terjadi, tekanan darah meningkat tajam, resiko serangan jantung dan stroke akan lebih tinggi. Maka, lepaskan kemarahan dan mintalah pengampunan, jangan menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam.

KEBENCIAN dan IRI HATI, dapat menyebabkan :
-Tekanan darah tinggi
-Sakit kepala migran
-Penyakit jantung
-Tukak lambung
-Kanker.

Ketika seseorang mengalami kemarahan yang berlebihan, kekhawatiran dan stress yang diakibatkan oleh kebencian, tingkat adrenalinnya meningkat, tekanan darah juga meningkat dan dengan begitu jantung-khususnya serangan jantung- bertambah bagi mereka yang hidup dalam kemarahan. Orang-orang itu menghadapi resiko penyakit jantung dua kali lebih tinggi dibanding orang
lain. Sebagai tambahan, ketika seseorang mengalami kekecewaan, kemarahan atau ketakutan saat makan, perasaan-perasaan negatif ini merangsang system saraf simpatiknya, yang pada gilirannya menyebabkan berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pancreas, yang menciptakan kesulitan dalam pencernaan makanan. Ini menyebabkan perut kembung, adanya gas, sakit ulu hati, dan masalah pencernaan lainnya. Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan-perasaan negatif cukup berbahaya karena itu meningkatkan tingkat kortisol kita, yang kemudian menekan system kekebalan tubuh kita. Ketika system kekebalan kita tertekan, sel kanker mulai terbentuk dan berkembang.

Kebencian dan iri hati merupakan perasaan-perasaan yang merusak.

KESOMBONGAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit mental
-Stroke
-Serangan jantung
-Kematian

Menurut pandangan saya, perasaan yang paling mematikan adalah kesombongan. Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi anda dari perasaan yang paling mematikan - kesombongan.

KETAKUTAN dan KEKHAWATIRAN, dapat menyebabkan :
-Penyakit jantung
-Penyakit mental
-Kepanikan
-Depresi
-Serangan jantung
-Fobia.

Tubuh anda bisa menanggapi ketakutan dan kekhawatiran dengan memicu pelepasan hormon adrenalin secara berlebihan, yang menyebabkan percepatan denyut jantung, penigkatan ventilasi paru yang abnormal, telapak tangan berkeringat, dan meningkatnya kontraksi system pencernaan. Ketakutan dan kekhawatiran yang berkesinambungan dapat menyebabkan keadaan peningkatan
ini terjadi terlalu lama, dan dapat menyebabkan kelelahan adrenalin, kelelahan, kegelisahan dan kepanikan, gejala sulit buang air besar dan sakit kepala karena ketegangan. Kelelahan fisik dan emosional dan kelemahan system kekebalan tubuh anda dapat terjadi, dan hasil akhirnya adalah penyakit.

DEPRESI, dapat menyebabkan :
-Kanker

Penelitian telah menunjukkan bahwa pria memiliki kecenderungan untuk melepaskan kemarahan mereka, sementara wanita cenderung menyembunyikannya.

Adalah benar bahwa kanker dapat menyerang semua orang, tetapi salah satu factor yang paling umum yang ditemukan para peneliti sebelum kanker menyerang adalah 'kurangnya penyaluran emosi'. Ibu rumah tangga memiliki peluang 54% lebih besar terkena kanker dibanding populasi pada umumnya dan 157% lebih besar dibanding dengan para wanita yang bekerja di luar rumah.

Langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit :
1. Mengampuni
2. Mengendalikan lidah
3. Bersahabatlah dengan orang-orang yang positif
4. Berilah makanan yang sehat ke dalam pikiran anda
5. Kehidupan berohani yang akan mengubah kehidupan anda

TIDUR DENGAN LAMPU MENYALA DAPAT MENYEBABKAN KANKER

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia.

Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.

Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.

Sabtu, 29 Agustus 2009

AIR RAHMAT

Jakarta - Asyik! Kini minum bukan perkara sulit lagi. Tak perlu beli sebotol air mineral yang cukup mahal. Juga tak perlu memasak air di atas kompor. Cukup dengan menetesi segelas air mentah dengan air RahMat, glek glek glek, air itu sudah bisa dinikmati. Murah, mudah dan sehat (RahMat) lagi! Air RahMat mengandung larutan sodium hypochlorite sebesar 1,25 persen. Kandungan zat kimiawi itu dijamin berkhasiat membunuh bakteri penyebab penyakit yang ada di air mentah. Air RahMat bisa mengubah kualitas air, tapi tidak mengubah warna dan rasa. Air RahMat ini diluncurkan di kantor Menko Kesra di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2006). Hadir dalam acara ini Menkes Siti Fadillah Supari dan Dubes AS untuk Indonesia B Lynn Pascoe. Air RahMat dikembangkan melalui riset yang intensif lebih 10 tahun oleh US Center for Desease Control. Temuan ini dikembangkan dengan menggunakan dana dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Di Indonesia, air RahMat didistribusikan oleh PT Dos Ni Roha dan diproduksi oleh PT Tanshia Consumer Products. Publik bisa mendapatkan larutan ini dengan harga Rp 4.000 untuk air RahMat sebanyak 100 ml. Air sebanyak itu bisa memurnikan 600 liter air. Air RahMat dikemas dalam botol kecil, seperti botol obat tetes mata. Warnanya putih. Yang dijual di pasaran, tutupnya kerucut warna biru. Di dalam stiker botol itu terdapat cara penggunaan, yaitu: siapkan air dalam wadah, sebaiknya berleher kecil atau menggunakan kran. Teteskan air RahMat sebanyak 4 tetes untuk 1 lier air, 19 tetes untuk 5 liter dan 38 tetes untuk 10 liter air. Tuangkan air RahMat ke dalam wadah berisi air. Kocok/aduk selama 30 detik, lalu diamkan selama 30 menit. Siap diminum. Perhatian: jangan diminum langsung. Bila tertelan, segera minum air sebanyak-banyaknya. Dianjurkan memakai air bening/jernih. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Bila terkena mata, cuci dengan air. Hindarkan dari cahaya matahari. Simpan di tempat sejuk dan segera tutup kembali setelah pakai. Sebaiknya tidak menggunakan wadah yang menggunakan besi, seng atau aluminium. Dalam acara launching air RahMat, ditampilkan seorang siswa SD Al Ihza Tangerang yang mendemonstrasikan cara penggunaan larutan itu. Dia membawa jeriken yang kata dia berisi air mentah 5 liter yang diambilnya dari kran. "Saya tetesi air RahMat, saya kocok 30 detik, lalu didiamkan 30 menit, baru bisa diminum," kata siswa SD itu. Pembawa acara lalu bertanya, mengapa didiamkan 30 menit? Siswa SD menjawab, "Ini untuk membunuh bakteri-bakteri yang ada di dalam air. "Ini sangat murah sehingga dapat membantu mengurangi beban masyarakat, kan nggak perlu dimasak lagi," ujar Menkes Siti Fadilah Supari. Namun Menkes mengakui, perlu sosialisasi intensif untuk mempromosikan air RahMat. "Pasti orang-orang akan merasa aneh kalau tiba-tiba bisa minum langsung air dari kamar mandi yang sudah ditetesi dengan air RahMat ini," papar Menkes. Air RahMat baru dijual secara luas pada akhir Februari ini di Sumut, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, DKI Jakarta. Nantinya produk ini didistribusikan melalui jalur tradisional seperti warung, kios dan apotek. Juga lewat non-tradisional seperti LSM, bidan, kader kesehatan, dsb. Anda tak sabar mencoba? (nrl/)

Sumber : Nurvita Indarini - detikNews

Tapi kita Perlu tau lebih dalam tentang kandungan Air Rahmat. kita bisa lihat di Wikipedia.Nah ada suatu hal yang agak bikin gw mendelik waktu baca artikel di Wikipedia:
===
Water treatment

For shock chlorination of wells or water systems, a 2% solution of household bleach is used. For larger systems, HTH is more practical because lower rates can be used. The alkalinity of the sodium hypochlorite solution also causes the precipitation of minerals such as calcium carbonate, so that the shock chlorination is often accompanied by a clogging effect. The precipitate also preserves bacteria, making this practice somewhat less effective.

Sodium hypochlorite has been used for the disinfection of drinking water. A concentration equivalent to about 1 liter of household bleach per 4000 liters of water is used. The exact amount required depends on the water chemistry, temperature, contact time, and presence or absence of sediment. In large-scale applications, residual chlorine is measured to titrate the proper dosing rate. For emergency disinfection, the United States Environmental Protection Agency recommends the use of 2 drops of 5%ac household bleach per quart of water. If the treated water doesn't smell of bleach, 2 more drops are to be added.

The use of chlorine-based disinfectants in domestic water, although widespread, has led to some controversy due to the formation of small quantities of harmful byproducts such as chloroform.
===

Gw yg agak merinding ngeliatnya tuh karena ternyata Sodium hypochlorite adalah "bleach" atau pemutih yang biasa digunakan sbg pemutih pakaian. Salah satu kontroversi dari penggunaan Sodium hypochlorite sebagai pensteril air adalah efek samping timbulnya klofororm sebagai "byproduct" dari Sodium hypochlorite.

Ada lagi yang bikin gw merinding:
===
US Government regulations (21 CFR Part 178) allow food processing equipment and food contact surfaces to be sanitized with solutions containing bleach provided the solution is allowed to drain adequately before contact with food, and the solutions do not exceed 200 parts per million (ppm) available chlorine (for example, one tablespoon of typical household bleach containing 5.25% sodium hypochlorite, per gallon of water). If higher concentrations are used, the surface must be rinsed with potable water after sanitizing.
===

Di artikel diatas dikatakan, boleh2 aja mensterilisasi makanan menggunakan "bleach", dengan catatan "bleach" yang digunakan harus mengalir (berarti tidak boleh direndam?) dan kalau dalam konsentrasi yg agak tinggi, harus dibasuh dengan air lagi.


Sumber : Forum Kaskus