Minggu, 30 Agustus 2009

IBADAH YANG BERKENAN

"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia,
harus menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran."
(Yohanes 4:24)
Bacaan hari ini: Yohanes 4:1-42
Bacaan setahun: Wahyu 1, Mazmur 77-78
       Pada masa ini, polemik tentang ibadah yang benar menjadi topik yang terus dibicarakan banyak kalangan. Polemik ini membuktikan bahwa ibadah merupakan aktivitas rohani yang sangat penting; bukan saja berdampak pada pengenalan seseorang terhadap Tuhan, tapi juga pada kehidupan praktis yang ia jalani. Dengan kata lain, ibadah yang tidak benar akan membawa dampak yang tidak benar terhadap iman seseorang.
     Hari ini dan dua hari ke depan, kita akan merenungkan Yohanes 4:24 untuk memahami ibadah yang berkenan pada Tuhan. Meski topik tentang ibadah sering dibincangkan banyak orang pada masa ini, namun topik ini bukan hal baru dalam sejarah iman Kristen. Untuk itu, kita perlu mencobamemperhatikan bacaan kita hari ini.
     Berdasarkan perbincangan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria, kita temukan bahwa ibadah yang benar harus dimulai dengan pengetahuan yang benar tentang Allah. Perhatikan peryataan Tuhan Yesus ini: "Allah itu Roh." Tentu kita bertanya, mengapa Tuhan Yesus menegaskan doktrin ini kepadaNya? Apakah perempuan itu tidak mengenal Allah secara benar? Jawabannya adalah, "Ya!" Coba perhatikan perkataan Tuhan Yesus pada Ayat 22 yang mengatakan: "Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal." Frase ini tentu bukan berarti bahwa perempuan itu adalah seorang ateis. Ia mengenal Allah, hanya saja dengan konsep dan aplikasi yang keliru. Celakanya, ia tidak pernah mengetahui kesalahan ini. Aibatnya, ibadah atau keagamaan yang dijalaninya tidak membawa dampak positif bagi kehidupannya; sebaliknya, ia makin terjerumus pada dosa yang melilitnya.Konsep Allah yang keliru ini membuat dirinya tidak pernah menemukan kepuasan hidup, meskipun sekian lama ia telah beribadah kepada-Nya. Karena itu, tepat seperti yang dikatakan Hosea, "Umat-Ku binasa karena mereka tidak mengenal Allah" (Hos. 4:6).
     Bagaimana dengan kita pada hari ini? Sudahkah kita mengenal Allah yang kita sembah, dengan benar? Tanpa pengenalan yang benar tentang Allah, maka kita tidak akan pernah ada ibadah yang benar!
Studi Pribadi : Mengapa pengenalan yang benar akan Allah sangat penting dalam membagun ibadah kepada-Nya? Apakah ini syarat mutlak? Alasannya?
Sumber : Renungan Harian Perspektif - GKA Gloria

Tidak ada komentar: